PGN Batam Wujudkan Daycare Ramah Anak dan Lingkungan, Anak Ceria Raih Prestasi Nasional

PUTARBALIK.ID, BATAM – Sebuah kabar membanggakan datang dari Kota Batam. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas pengasuhan anak usia dini, Anak Ceria Daycare di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, berhasil mengharumkan nama Provinsi Kepulauan Riau setelah meraih Juara II Regional I pada Gerakan Asri Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) bertema “Cinta Lingkungan” yang diselenggarakan Direktorat Bina Ketahanan Balita dan Anak (Ditbalnak) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Prestasi tersebut diumumkan secara resmi melalui akun media sosial Ditbalnak BKKBN dan menjadi bukti bahwa pengasuhan anak usia dini yang berkualitas dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter, termasuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Di balik keberhasilan itu terdapat kolaborasi berbagai pihak, salah satunya PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk melalui Offtake Stasiun Panaran Batam, yang sejak 2025 membina Anak Ceria Daycare melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).

Program tersebut tidak sekadar memberikan bantuan fasilitas, tetapi menghadirkan pendekatan menyeluruh terhadap tumbuh kembang anak. Bagi PGN, investasi terbaik bukan hanya membangun infrastruktur energi, melainkan juga membangun kualitas manusia sejak usia emas.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menjelaskan bahwa Program TAMASYA merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui lingkungan pengasuhan yang aman, sehat, nyaman, dan edukatif.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode paling penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak. Oleh karena itu, PGN ingin berperan menghadirkan lingkungan yang mampu mendukung pertumbuhan anak secara optimal sekaligus memperkuat peran keluarga.

“Melalui Program TAMASYA, PGN menghadirkan empat layanan utama, yakni peningkatan kompetensi para pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, penguatan peran orang tua dalam pola pengasuhan, serta penyediaan sistem rujukan untuk mendukung kesehatan maupun perkembangan anak,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PGN juga memberikan berbagai alat edukatif dan sarana permainan yang dirancang untuk menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, sosial, serta emosional anak-anak. Para pengasuh memperoleh pendampingan dan pelatihan sehingga mampu memberikan layanan pengasuhan yang semakin profesional.

“Pendekatan tersebut tidak berhenti pada anak-anak. Orang tua juga dilibatkan melalui program konseling dan edukasi pengasuhan agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pola asuh positif di lingkungan keluarga,” terangnya.

Secara langsung, program ini telah memberikan manfaat kepada 30 anak usia dini, 16 orang tua yang mengikuti layanan konseling, serta enam pengasuh yang mendapatkan pendampingan psikolog untuk meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan terbaik.

Keunikan Program TAMASYA tahun ini terletak pada penguatan tema Cinta Lingkungan.

PGN menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Bank Sampah Mutiara Bersinar, serta Bank Sampah Allium untuk memperkenalkan budaya peduli lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.

Melalui berbagai aktivitas kreatif, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan sederhana yang bernilai guna.

Metode pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan aktivitas yang menyenangkan sehingga nilai kepedulian terhadap lingkungan tertanam secara alami dalam keseharian anak.

Konsep tersebut sekaligus membangun kebiasaan positif yang diharapkan terus terbawa hingga mereka dewasa.

Penanggung Jawab Program TAMASYA BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, menjelaskan bahwa Anak Ceria Daycare berhasil lolos sebagai finalis mewakili Kepri sebelum mengikuti penilaian tingkat regional.

Puncak penjurian dilaksanakan secara virtual pada 25 Mei 2026, di mana pengelola Anak Ceria Daycare, Mislikah, mempresentasikan berbagai inovasi program selama lima menit, kemudian melanjutkan sesi wawancara selama sepuluh menit bersama dewan juri.

Penilaian dilakukan oleh pakar parenting Dra. Elly Risman Musa, S.Psi., Psikolog, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Dra. Desi Florita Syahril, M.Si, serta Video Journalist ANTARA Erlangga Bragas Prakorsa.

Menurut Sri Parwanti, aspek yang dinilai tidak hanya kelengkapan administrasi dan legalitas operasional daycare, tetapi juga implementasi empat layanan utama TAMASYA, penerapan program cinta lingkungan melalui praktik 3R, keterlibatan anak, pengasuh, dan orang tua, inovasi program, pelatihan lingkungan, hingga kemampuan peserta mempresentasikan seluruh program secara komprehensif.

Ia menjelaskan, lomba ini merupakan bagian dari peringatan Eka Warsa TAMASYA, yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dalam menerapkan perilaku peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan orang tua dan pengasuh juga semakin meningkat dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan, sekaligus tersedianya sarana pendukung lingkungan yang bersih dan sehat di TAMASYA,” jelas Sri Parwanti.

Keberhasilan Anak Ceria Daycare menjadi salah satu yang terbaik di Regional I menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

Kolaborasi antara dunia usaha melalui CSR PGN, pemerintah melalui BKKBN dan Dinas Lingkungan Hidup, komunitas bank sampah, para pengasuh, hingga orang tua menjadi fondasi utama lahirnya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan mampu menghasilkan dampak nyata ketika dijalankan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ke depan, PGN berharap Program TAMASYA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak serta keluarga di berbagai daerah.

Harapannya sederhana namun bermakna besar: melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sejak usia dini. Sebab, menjaga bumi tidak harus menunggu dewasa. Semuanya bisa dimulai dari ruang bermain, dari sebuah daycare, dan dari tangan-tangan kecil yang belajar mencintai lingkungan setiap hari.( Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *