PUTARBALIK.ID, BATAM – Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim terus memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) sepanjang 2026.
Program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Aviation Fuel Terminal Manager Hang Nadim Group, Sigit Gentur Sutopo saat merespon pertanyaan KE Group pada Kamis (17/9/2026) mengatakan program CSR AFT Hang Nadim menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kelompok wanita tani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat adat dan warga Kampung Tua.
“Sepanjang 2026, AFT Hang Nadim menjalankan beberapa program CSR unggulan, di antaranya Program Sarang Eco Inovasi dan Konservasi Terumbu Karang, Program Kampung Bahari SI PelautSinergi Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Laut, dan Program Nong Isa,” ujar Sigit.
Program-program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Terih, Batu Besar, dan Pulau Sarang.
Sigit juga menjelaskan, setiap program CSR dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat di masing-masing wilayah. Fokusnya mencakup penguatan ekonomi, peningkatan kapasitas kelompok, hingga pelestarian ekosistem pesisir.
Menurut dia, dampak program tidak dapat diukur hanya dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.
Salah satu hasil yang telah terlihat adalah peningkatan pendapatan rumah tangga penerima manfaat yang berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan.
“AFT Hang Nadim berupaya agar program CSR tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mereka mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Adapun kelompok masyarakat yang tercatat menerima manfaat program CSR sepanjang 2026 antara lain;
- Kelompok Wanita Tani (KWT) Warisan Lestari sebanyak 8 orang.
- Kelompok Nelayan Terhindo Jaya Lestari sebanyak 10 orang.
- Kelompok Nelayan Sri Kemuning sebanyak 10 orang.
- UBS RT One Berseri sebanyak 5 orang, dengan sekitar 200 nasabah.
- Kelompok Wanita Tani (KWT) Siji Sembada sebanyak 29 orang.
AFT Hang Nadim memastikan pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran dan diarahkan agar manfaatnya dapat berkelanjutan.





