Dengan posisi Batam yang berada di kawasan perdagangan internasional dan berdekatan dengan Singapura, pengembangan ekosistem tersebut berpotensi memperkuat peran Batam sebagai penghubung antara produsen halal Indonesia dengan pasar Asia.
Digital Product Passport Perkuat Keterlacakan Produk
Salah satu teknologi yang dinilai relevan untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut adalah Digital Product Passport (DPP).
Teknologi ini memungkinkan informasi mengenai perjalanan sebuah produk dicatat dan ditelusuri secara digital, mulai dari bahan baku, proses produksi, waktu pengolahan hingga distribusi dan pemasaran.
“Produk yang diproduksi harus memiliki jejak digital mulai dari bahan baku, bagaimana produk tersebut dikonversi, kapan diproduksi dan kapan dijual ke pasar,” katanya.
Bagi industri halal, sistem tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Informasi mengenai asal bahan baku, proses produksi dan distribusi dapat diintegrasikan dalam sistem digital sehingga lebih mudah diverifikasi.
Kebutuhan terhadap traceability tersebut juga semakin relevan dengan tuntutan pasar global yang menginginkan transparansi rantai pasok.
Menurut Krithik, penerapan sistem keterlacakan masih menghadapi tantangan karena membutuhkan integrasi data di berbagai tahapan produksi.
Namun, kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bisnis baru bagi perusahaan teknologi untuk menyediakan solusi traceability, digital verification, dan supply chain management bagi industri.
AI Dorong Transformasi Industri Halal
Peluang tersebut semakin besar dengan perkembangan AI yang kini telah memasuki tahap penggunaan nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia industri.
Krithik menilai AI tidak lagi semata-mata teknologi masa depan, melainkan telah menjadi instrumen yang dapat digunakan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan melakukan transformasi bisnis.
Perusahaannya di India, kata dia, mengembangkan solusi perangkat lunak maupun perangkat keras untuk membantu perusahaan melakukan transformasi teknologi dari Industry 4.0 menuju Industry 5.0 dan perkembangan industri berikutnya.
“Kami tidak hanya mengembangkan teknologi untuk Industry 6.0 atau 7.0. Kami membantu perusahaan melakukan transformasi dari 4.0 ke 5.0 dan dari 5.0 ke 6.0,” ujarnya.
Bagi Batam, perkembangan tersebut dapat menjadi peluang untuk mempercepat transformasi kawasan industri menuju manufaktur yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.(Iman)





