BP Batam: Investasi BBK US$5,7 Miliar Jadi Bukti Kuatnya Daya Tarik Batam

Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi pada sejumlah sektor strategis seperti investasi, perdagangan, pengembangan ekonomi digital, energi rendah karbon, ketahanan pangan, pengembangan sumber daya manusia, serta konektivitas pariwisata.

Dari sisi investasi, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun terus menunjukkan performa yang mengesankan. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke kawasan BBK mencapai US$5,7 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut mempertegas posisi BBK sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus destinasi investasi utama di Indonesia.

Pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari kedekatan geografis dengan Singapura yang selama ini menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia. Selain memiliki akses logistik yang efisien, kawasan BBK juga menawarkan berbagai insentif investasi yang mampu menarik minat investor global.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat dihubungi KE Groups menyambut positif hasil pertemuan bilateral tersebut.

Menurutnya, Singapura selama ini merupakan investor terbesar di Kota Batam dan penguatan kerja sama yang disepakati kedua negara diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.

“Singapura menempati posisi teratas dalam investasi di Kota Batam. Penguatan langkah-langkah strategis untuk memperkuat investasi ini dapat semakin mengakselerasi kemitraan antara Batam dan Singapura. Kami optimistis pertemuan bilateral ini mampu membawa pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih maju lagi,” ujar Ariastuty pada Rabu (10/6/2026) sore.

Ia menambahkan, perluasan kawasan FTZ hingga mencakup 22 pulau akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan industri baru, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semakin luasnya cakupan FTZ dan kuatnya dukungan kerja sama Indonesia-Singapura, Batam diproyeksikan akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

Kawasan ini tidak hanya berpotensi menjadi hub investasi regional, tetapi juga memainkan peran penting dalam pengembangan industri berteknologi tinggi, energi hijau, serta ekonomi digital yang menjadi arah pembangunan ekonomi masa depan.

Perluasan FTZ Batam menjadi 22 pulau sekaligus menandai babak baru dalam transformasi ekonomi Kepulauan Riau. Dengan dukungan investasi yang terus meningkat dan sinergi erat antara Indonesia dan Singapura, kawasan Batam, termasuk Pulau Tanjung Sauh, diprediksi akan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik lebih banyak investor global dalam beberapa tahun ke depan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *