“Kompetensi wartawan itu penting, karena wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memastikan informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ariastuty.
Menurutnya, UKW bukan sekadar proses untuk mendapatkan pengakuan kompetensi, tetapi juga menjadi ruang bagi wartawan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan profesionalnya.
“Dengan kompetensi yang semakin baik, saya berharap karya jurnalistik yang dihasilkan juga semakin berkualitas. Ini tentu penting, bukan hanya bagi wartawan dan medianya, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan informasi yang benar,” ujarnya.
Ariastuty juga menyampaikan dukungan BP Batam terhadap kegiatan yang digelar KJK tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian UKW dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta maupun perkembangan dunia pers di Kepulauan Riau.
Bagi wartawan, UKW memiliki arti penting karena menjadi salah satu sarana untuk menguji pengetahuan, keterampilan, serta profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan mencari, mengolah, memverifikasi, hingga menyajikan informasi sesuai prinsip-prinsip jurnalistik dan kode etik.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital, kompetensi wartawan menjadi semakin penting. Wartawan dituntut tidak hanya mampu menyajikan berita dengan cepat, tetapi juga cermat melakukan verifikasi agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru.
Pada pelaksanaan UKW KJK kali ini, Analis Kebijakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Irjen Pol Andry Wibowo, dijadwalkan menjadi salah satu narasumber.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, sebelumnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Pemko Batam, BP Batam, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri.
Menurut Ady, dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan persiapan UKW berjalan dengan baik.
Silaturahmi KJK dengan BP Batam menjadi bagian dari rangkaian komunikasi organisasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kepri. Sebelumnya, KJK juga bersilaturahmi dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Senin (24/8/2026).
Pertemuan dengan Kapolda Kepri yang berlangsung hangat tersebut turut membahas sejumlah hal, mulai dari keamanan, peningkatan kompetensi wartawan, hingga peran media dalam membangun kepercayaan investor di Kepulauan Riau.
Rangkaian silaturahmi itu menunjukkan bahwa hubungan antara pers, pemerintah, aparat keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan tidak semata dibangun dalam forum formal. Ada ruang untuk berdiskusi, bertukar pandangan, sekaligus menjaga komunikasi agar tetap terbuka.
Dan sore itu di ruang kerja Ariastuty, semuanya dimulai dengan satu candaan sederhana kepada “Opung”, sebuah cara santai untuk merawat silaturahmi yang sudah terjalin lama. (kjk)





