Edy Hussy : Sekolah 18 Hektare di Rempang, Investasi SDM di Tengah Transformasi Batam

Jika infrastruktur fisik menjadi fondasi pertumbuhan kawasan, maka pendidikan menjadi investasi untuk menyiapkan manusia yang kelak mengisi pertumbuhan tersebut.

Kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting ketika sebuah kawasan berkembang dan menarik aktivitas ekonomi baru.

Karena itu, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah bangunan yang berdiri atau luas lahan yang digunakan. Nilai jangka panjangnya berada pada anak-anak yang nantinya belajar di dalamnya.

Mereka adalah generasi yang akan menghadapi perubahan Rempang dan Batam dalam 10, 20 bahkan puluhan tahun mendatang.

Untuk memastikan pembangunan kawasan pendidikan berjalan sesuai dengan rancangan, sejumlah tenaga profesional dilibatkan.

Edy menyebut konsultan yang terlibat mencakup bidang perencanaan, infrastruktur, landscaping, interior, quantity surveyor (QS) hingga manajemen konstruksi.

Keterlibatan berbagai konsultan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kawasan pendidikan dibangun secara terencana, mulai dari aspek teknis hingga fungsi setiap fasilitas. Sebelum groundbreaking, persiapan pembangunan telah dilakukan selama beberapa bulan.

Ketua Pelaksana Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan, mengatakan pekerjaan cut and fill telah mencapai sekitar 98 persen. “Ini adalah langkah pertama untuk melanjutkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih,” kata Robinson.

Tahap awal tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa gagasan membangun sebuah kawasan pendidikan di Rempang mulai bergerak dari rancangan menuju bentuk fisik. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *