Selain kawasan industri dan perdagangan, pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan.
Wilayah laut yang luas membuka potensi pengembangan industri perikanan, pengolahan hasil laut, serta produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan ke pasar regional maupun internasional.
Peluang kerja sama juga mencakup sektor kuliner Melayu, fesyen, dan kerajinan tangan atau kriya. Pengembangan sektor-sektor tersebut berpotensi memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami terbuka terhadap peluang kerja sama dengan Singapura maupun Tiongkok, khususnya bagi investor yang ingin berfokus pada pengembangan sektor maritim dan potensi unggulan daerah,” tegas Nyanyang.
Ia berharap pertemuan dengan International Zheng He Society Singapura menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan membangun kemitraan yang lebih konkret.
Promosi potensi daerah melalui forum internasional diharapkan dapat membuka akses baru bagi pelaku usaha Kepri, memperluas jaringan perdagangan, serta mendorong masuknya investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bagi Kepri, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan arus investasi, tetapi juga penguatan industri lokal, penciptaan nilai tambah produk, dan perluasan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui penguatan kerja sama dengan mitra internasional, Kepri berupaya memanfaatkan posisi strategisnya sebagai simpul perdagangan regional untuk meningkatkan daya saing ekonomi maritim dan memperluas peran daerah dalam jaringan ekonomi global.(***)





