Pemantauan secara berkala serta koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan pasokan lebih awal.
“Kepada seluruh dinas terkait, diharapkan dapat memantau secara aktual ketersediaan gas, BBM, dan bahan pangan demi menghindari terjadinya kelangkaan, sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” ujar Nyanyang.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kesiapan Nataru tidak cukup hanya dengan memastikan stok tersedia. Pemerintah juga perlu memperhatikan kelancaran distribusi dan kondisi pasokan di lapangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Apalagi, Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah kepulauan yang membutuhkan koordinasi distribusi secara cermat. Ketersediaan pasokan di suatu wilayah perlu diimbangi dengan kemampuan menyalurkannya ke wilayah yang membutuhkan.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan PGN, pengawasan diharapkan berjalan lebih efektif. Dengan demikian, potensi hambatan pasokan dapat diantisipasi lebih awal dan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu masyarakat maupun dunia usaha.
Di balik persiapan menghadapi Nataru, Nyanyang juga menyoroti agenda yang lebih besar, yakni pengembangan sumber gas baru untuk memperkuat ketahanan energi Kepulauan Riau.
Menurutnya, ketersediaan sumber energi lokal menjadi salah satu faktor penting untuk menopang kebutuhan listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan sumber gas baru diharapkan dapat memperkuat kemampuan Kepri memenuhi kebutuhan energinya secara berkelanjutan.
“Kita harapkan beberapa sumber gas baru yang ditujukan untuk memperkuat daya listrik dan kebutuhan energi di Kepri dapat segera beroperasi, sehingga kebutuhan gas di Kepri dapat dipenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar Kepri,” ujarnya.





