“Kepri, khususnya Batam, memiliki potensi besar dalam menarik investasi. Namun, potensi tersebut harus didukung tata kelola perusahaan yang baik, keterbukaan informasi, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Nyanyang juga berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kalangan akademisi, praktisi akuntansi, regulator, serta dunia usaha.
Sebagaimana diketahui, seminar nasional tersebut menghadirkan Prof. Elvia Rosantina Shauki, S.E., M.B.A., Ph.D., Ak., CA., selaku Anggota Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) sebagai narasumber utama.
Selain itu, Arniati, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA., yang merupakan pengurus IAI Wilayah Kepulauan Riau, turut hadir sebagai narasumber pendamping.
Diskusi dipandu oleh Sugeng Riadi, S.E., M.Ak., Ak., CA., Sekretaris I Jurusan Manajemen dan Bisnis Politeknik Negeri Batam.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, mulai dari peluang dan tantangan penerapan Sustainability Report, dampaknya terhadap dunia usaha, hingga kesiapan para pemangku kepentingan dalam menghadapi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) dan perkembangan standar pelaporan keberlanjutan global.
Bagi pelaku usaha di Kepri, pemahaman terhadap standar tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pasar internasional terhadap transparansi dan tanggung jawab perusahaan.
Tidak hanya seminar, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran situs web resmi IAI Wilayah Kepulauan Riau serta jurnal Jo:KIRA (Journal of Knowledge, Innovation, and Research in Accounting).
Peluncuran kedua platform tersebut menjadi langkah penguatan ekosistem profesi akuntansi, khususnya dalam memperluas akses informasi, mendorong publikasi ilmiah, serta mengembangkan inovasi dan riset di bidang akuntansi.





