InfraNexia Jadi Andalan Baru Telkom, Kelola 112.000 Km Jaringan dan 26.000 Km Kabel Laut

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Telkom setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo
Komisaris : Ossy Darmawan
Komisaris : Rizal Mallarangeng
Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim
Komisaris Independen : Anthony Leong
Komisaris Independen : Deswandhy Agusman
Komisaris Independen : Ira Noviarti

Jajaran Direksi

Direktur Utama : Nanang Hendarno
Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management : Willy Saelan
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network : Budi Satria Dharma Purba
Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji
Direktur Wholesale & International Service : Radita Ali Putra
Direktur IT Digital : Kharim I. G. Siregar
Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB.

Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *