Kadin Kepri Diminta Genjot Investasi Hijau dan Digital, Anindya Bakrie: FTZ BBK Harus Jadi Magnet Investor

“Menariknya lagi, komposisi investasi di Kepri relatif seimbang, yakni 50 persen berasal dari penanaman modal dalam negeri dan 50 persen dari penanaman modal asing,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kolaborasi antara KADIN dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM hingga perusahaan besar agar ekosistem usaha di Kepri semakin kokoh.

Bacaan Lainnya

“KADIN harus menjadi jembatan antara pengusaha besar dan kecil. Saya optimistis KADIN Kepri mampu menjaga kestabilan serta keamanan investasi bagi para investor,” tegas Anindya.

Sementara itu, Ketua KADIN Kepri periode 2026–2031, Ir Mustava, menyatakan kepengurusan baru siap menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Mustava, KADIN Kepri akan memprioritaskan peningkatan investasi, penguatan sektor UMKM, pengembangan kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun, serta mendorong transformasi ekonomi berbasis digital dan ekonomi hijau.

“Kami siap menjadikan KADIN Kepri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, meningkatkan daya saing daerah, menarik lebih banyak investasi, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kepulauan Riau,” ujar Mustava.

Ia menambahkan, KADIN Kepri juga akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga industri besar, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami optimistis Kepri akan semakin berkembang sebagai salah satu pusat investasi, perdagangan, industri, dan ekonomi maritim terdepan di Indonesia,” tutup Mustava. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *