PUTARBALIK.ID, TANJUNGPINANG — Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan capaian positif pada kinerja perekonomian makro di pertengahan tahun 2026.
Laju pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan ini sukses menyentuh angka 6,99 persen secara year on year (YoY) pada triwulan II 2026.
Capaian impresif tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dalam pidatonya pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang.
Selain pertumbuhan ekonomi yang menguat, Pemprov Kepri juga berhasil mencetak tren positif dalam penanganan masalah sosial melalui penurunan angka kemiskinan secara signifikan.
Angka Kemiskinan Turun Hingga 4,09 PersenBerdasarkan data resmi per Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Kepulauan Riau tercatat sebanyak 111,22 ribu orang atau setara dengan 4,09 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode September 2025 yang berada di level 114,55 ribu orang (4,26 persen).Artinya, dalam rentang waktu enam bulan, sebanyak 3,3 ribu jiwa di Kepri berhasil keluar dari kategori penduduk miskin.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah daerah dalam melanjutkan sasaran pembangunan 2026 yang mengusung tema Pengembangan Potensi Perekonomian Daerah, Pembangunan Sumber Daya Manusia, dan Penguatan Reformasi Birokrasi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,” ujar Nyanyang.
Sebagaimana diketahui, tambahnya, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan ini, Pemerintah Provinsi Kepri memfokuskan pilar pembangunan daerah ke dalam tiga prioritas utama:
- Pengelolaan Potensi Maritim & Investasi Berkelanjutan
“Percepatan efisiensi sektor ekonomi berbasis kelautan serta pemacu investasi berkualitas yang tetap berwawasan lingkungan,” jelasnya lagi.
- Konektivitas Antarwilayah & Ketahanan Bencana
Pemerataan pembangunan infrastruktur terintegrasi guna memperlancar arus barang/jasa antarpulau sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
- Pengembangan SDM, Teknologi, & Budaya Melayu
Penguatan kualitas sumber daya manusia, perluasan digitalisasi pelayanan publik melalui reformasi birokrasi, serta pelestarian akar budaya Melayu sebagai identitas daerah.
“Capaian pertumbuhan ekonomi yang solid ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Kepulauan Riau sebagai salah satu hub ekonomi dan investasi utama di wilayah barat Indonesia,” tutupnya. (Iman)





