Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi, masyarakat siap menempuh langkah lanjutan, termasuk menggelar aksi di Kantor LIRA Kepri di Batam.
Aspirasi masyarakat Pulau Kasu sendiri telah disampaikan melalui aksi pada Senin (15/6/2026). Sekitar 1.050 warga mendatangi Kantor LIRA Kepulauan Riau di kawasan Grand BSI, Batam Kota.
Bagi masyarakat Pulau Kasu, kisah pembangunan masjid dan pesantren bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan. Lebih dari itu, bangunan tersebut menjadi simbol kebersamaan, pengorbanan, dan gotong royong yang mereka jaga selama bertahun-tahun.
Karena itulah, mereka berharap perjuangan tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang keliru, melainkan sebagai bukti bahwa sebuah komunitas kecil mampu membangun masa depannya dengan kekuatan sendiri. (***)





