Pelantikan IWSS Kepri 2026–2031, Wagub Nyanyang Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan Kepri

Menurut Andi Nurhiyari, nilai-nilai tersebut bukan sekadar warisan budaya, melainkan pedoman dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

Ia juga mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan di Kepulauan Riau agar tetap menjaga jati diri tanpa mengabaikan adat istiadat masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Kepulauan Riau yang dihuni berbagai kelompok etnis dan budaya, menurutnya, membutuhkan sikap saling menghormati agar keberagaman tetap menjadi kekuatan bersama.

“Menjaga budaya sendiri bukan berarti mengabaikan budaya masyarakat tempat kita tinggal. Kita harus mampu mempertahankan jati diri sekaligus menghormati adat istiadat daerah setempat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam arahannya.

Andi Nurhiyari turut menyoroti keteguhan, keberanian, dan kemandirian perempuan Bugis-Makassar yang secara turun-temurun berperan dalam menjaga keluarga, beradaptasi di lingkungan baru, serta membantu menopang perekonomian rumah tangga.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk mendorong perempuan masa kini agar terus berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Andi Nurhiyari mengungkapkan bahwa jaringan IWSS telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia hingga sejumlah negara, termasuk Malaysia, Kanada, dan Amerika Serikat, khususnya California.

Jaringan tersebut menjadi modal sosial untuk mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Ia bahkan mengundang Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura beserta jajaran pengurus IWSS Kepri untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga besar IWSS di luar negeri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *