Sementara Dewan Penasehat diisi sejumlah tokoh daerah, di antaranya Ansar Ahmad, Nurdin Basirun, Amsakar Achmad, Datuk Raja Al Hafiz, Huzrin Hood, serta Irjen Pol. (Purn.) Yan Fitri.
Nama lainnya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat yakni Iman Sutiawan, Sudirman Almun, Tengku Sayid Arif Fadhillah, Rizki Faisal, Rodial Huda, serta Luki Zaiman Prawira.
Adapun Dewan Pakar melibatkan sejumlah akademisi dan profesional, antara lain Hendri Kurniadi, Aris Fariandi, Suryadi, Hos Arie Rhamadhan, Endri Sanopaka, Ade Angga, Zulhendri, Safarilis, Eva Amalia, Nensi Lapotulo, Endri Joko Satrio dan Heri Andrianto.
Sementara itu, Dewan Adat diisi tokoh-tokoh yang memiliki perhatian terhadap nilai, sejarah dan kebudayaan Melayu, yakni Abdul Malik, Raja Suzana Fitri, Paridah, Zamzami A. Karim, Rumzi Samin dan Muzahar.
Dorong Sinergi Lintas Sektor
Misni mengatakan, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana organisasi menjalankan program, tetapi juga memastikan setiap program dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
Karena itu, ia menilai sinergi antara ISMI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai agenda pemberdayaan.
Menurut Misni, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas manfaat program ISMI di tengah masyarakat.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pemberdayaan yang dijalankan ISMI dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan PW ISMI Kepri periode 2026–2030 mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus mengambil bagian dalam mendukung pembangunan daerah.
“Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan teruslah berkontribusi positif untuk kemajuan Provinsi Kepulauan Riau,” kata Misni.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Misni juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PW ISMI Kepri yang telah dilantik dan dikukuhkan.
Dengan komposisi kepengurusan yang melibatkan unsur pemerintahan, akademisi, profesional dan tokoh adat, ISMI Kepri diharapkan dapat memperkuat kontribusi kaum intelektual Melayu dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga nilai dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.(***)





