Dari sisi komoditas, cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026 dengan andil mencapai 0,14 poin. Kenaikan harga cabai merah diikuti oleh tomat yang memberikan andil 0,09 poin, serta sawi hijau dan ketimun yang masing-masing menyumbang 0,06 poin.
Komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah bensin dan cabai rawit, yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,04 poin.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Kepri masih didominasi oleh fluktuasi harga bahan pangan segar yang sangat dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi.
Meski inflasi terjadi, beberapa komoditas tercatat menahan laju kenaikan harga. Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi terbesar adalah emas perhiasan dengan andil negatif 0,10 poin.
Selain itu, penurunan harga daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,07 poin, disusul angkutan udara sebesar 0,06 poin, udang basah sebesar 0,03 poin, ikan layang/ikan benggol sebesar 0,02 poin, dan bayam sebesar 0,01 poin.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kepri pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,92 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (JanuariāMei 2026) mencapai 1,25 persen.




