Data BPS juga menunjukkan bahwa inflasi Mei 2026 sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Mei 2024 yang sebesar 0,37 persen. Sebaliknya, pada Mei 2025 Kepri justru mengalami deflasi sebesar 0,44 persen.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga pada 2026 cenderung lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan, terutama komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat yang menjadi pemicu utama kenaikan harga di wilayah Kepulauan Riau.(IMAN)




