Kedua, membangun Christian Leadership Academy sebagai wadah kaderisasi nasional guna melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi sosial.
Ketiga, memperkuat ekosistem talenta dan inovasi dengan menjembatani kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, startup, investor, dan pemerintah agar mampu menghasilkan inovasi berdaya saing global.
Keempat, mendorong tumbuhnya kewirausahaan dan investasi melalui program mentoring bisnis, inkubasi startup, serta perluasan akses permodalan bagi generasi muda.
Kelima, mempercepat digitalisasi organisasi agar PIKI berkembang menjadi organisasi modern berbasis data, kolaboratif, dan dekat dengan generasi muda.
Sementara agenda keenam adalah memperkuat kontribusi nyata PIKI dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas nasional, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan.
Pelantikan DPP PIKI periode 2026-2031 juga menandai kepemimpinan baru organisasi di bawah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, yang resmi dilantik sebagai Ketua Umum.
Dalam pidatonya, Maruarar menegaskan bahwa PIKI tidak boleh hanya menjadi organisasi diskusi, tetapi harus tampil sebagai pusat pemikiran, wadah kolaborasi, dan katalisator perubahan sosial yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan negara.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang memberikan arahan strategis terkait penguatan moderasi beragama, pembangunan sumber daya manusia unggul, pengembangan kepemimpinan muda, penguatan sinergi lintas sektor, serta kontribusi aktif organisasi intelektual dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Dengan kepengurusan baru, PIKI diharapkan mampu memperkuat peran kaum intelektual Kristen dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. (Iman)





