Hadapi Era AI dan Industri Hijau, Kemenperin Gandeng Swiss serta Jerman Perkuat SDM

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, kolaborasi antarnegara tersebut telah memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem pendidikan vokasi industri di Indonesia.

Dampak tersebut antara lain berupa hibah peralatan praktik modern bagi unit pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik, hingga penguatan kelembagaan dan perangkat pendidikan yang disesuaikan dengan standar manufaktur terkini.

“Yang tidak kalah penting, kita berhasil membangun sebuah budaya baru, yaitu budaya kolaborasi. Sekolah dan industri tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri; keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam mencetak talenta masa depan,” ujar Doddy.

Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Head of Cooperation SECO Violette Ruppanner menegaskan komitmen Swiss untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia.

Menurutnya, investasi pada keterampilan merupakan investasi terhadap manusia, dunia usaha, dan daya saing ekonomi.

“Sepanjang kemitraan ini, kita memiliki satu ambisi sederhana: mendekatkan dunia pendidikan dan industri. Ketika perusahaan aktif membantu menyusun kurikulum, menyediakan magang terstruktur, dan berinvestasi pada talenta masa depan, semua pihak akan diuntungkan,” tegas Violette.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *