Hidrogen Hijau Berbasis Panas Bumi Mulai Diproduksi di Ulubelu pada November 2026

PT PLN (Persero) juga mengembangkan proyek serupa di Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung. Dalam proyek tersebut, hidrogen dimanfaatkan sebagai media penyimpanan energi dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Menurut Eniya, penggunaan hidrogen sebagai penyimpanan energi berpotensi menurunkan biaya pembangkitan listrik dari sekitar US$1 per kWh menjadi sekitar US$0,25 per kWh.

Bacaan Lainnya

“Jadi ini [dedieselisasi] salah satu upaya kita membuktikan konsep pemakaian pembangkit listrik tenaga surya untuk digunakan di wilayah remote area dan menggunakan hidrogen sebagai energy storage-nya atau penyimpanan energinya,” ujar Eniya.

Pengembangan berbagai proyek tersebut diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem hidrogen nasional sekaligus memperkuat pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari strategi Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *