PUTARBALIK.ID, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-38 kepada Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) yang diperingati pada 20 Juni 2026.
Momentum ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat peran kawasan industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Kepri, Ir. Mustava, MM., menegaskan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun kawasan industri yang kompetitif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni mendorong kolaborasi dalam pembangunan industri demi kemajuan Indonesia.
“Bersinergi membangun kawasan industri untuk Indonesia maju menjadi semangat bersama dalam memperkuat daya saing ekonomi,” demikian pesan yang disampaikannya pada Senin (22/6/2026) pagi.
Secara nasional, kawasan industri telah berkembang menjadi ekosistem terintegrasi yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga mendorong hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah bahkan menempatkan kawasan industri sebagai salah satu pilar utama strategi pembangunan ekonomi.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, hingga 2025 terdapat sekitar 175 kawasan industri dengan total luas lebih dari 98 ribu hektare.
Kawasan ini menampung hampir 12 ribu perusahaan dan menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
HKI sendiri telah berdiri sejak 20 Juni 1988 dan terus berperan sebagai wadah strategis bagi pengelola kawasan industri di Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Di tingkat daerah, Kepri menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan industri nasional, khususnya di Batam, Bintan, dan Karimun.
Dengan posisi geografis yang dekat dengan jalur perdagangan internasional, kawasan industri di Kepri dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi global.
Kadin Kepri berharap peringatan HUT ke-38 HKI dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola kawasan industri dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, inovasi, kolaborasi, serta komitmen terhadap keberlanjutan diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.(***)





