Menteri Airlangga Umumkan FTZ Batam Meluas, Pulau Tanjungsauh Jadi Sorotan

Dengan masuknya Pulau Tanjungsauh ke dalam kawasan FTZ Batam, pulau tersebut berpotensi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mendukung pertumbuhan industri dan perdagangan internasional.

Keberadaan Tanjungsauh yang berada di jalur strategis pelayaran internasional juga menjadi nilai tambah bagi pengembangan sektor logistik, galangan kapal, industri maritim, hingga kawasan industri terpadu yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Batam.

Selain itu, perluasan FTZ membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur pendukung yang dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Batam dan sekitarnya.

Perluasan FTZ menjadi 22 pulau menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi dan perdagangan internasional terdepan di Indonesia.

Selain Pulau Tanjungsauh, sejumlah pulau lain yang masuk dalam kawasan FTZ baru meliputi Pulau Batam, Rempang, Galang, Galang Baru, Setokok, Ngenang, Nipah, hingga sejumlah pulau penyangga lainnya.

Langkah ini diperkirakan akan semakin meningkatkan daya tarik investasi asing langsung (FDI), terutama dari Singapura yang hingga kini masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar US$17,4 miliar pada 2025.

Pengamat ekonomi menilai masuknya Pulau Tanjungsauh ke dalam FTZ Batam berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Selain membuka peluang investasi baru, kebijakan ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas perdagangan, mendorong pertumbuhan sektor jasa pendukung, serta mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan kepulauan di Batam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *