Bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, perluasan FTZ diharapkan mampu menghadirkan peluang ekonomi yang lebih luas seiring masuknya investasi baru ke kawasan tersebut.
Dengan status FTZ yang kini mencakup 22 pulau, Pulau Tanjungsauh diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis baru yang akan berperan penting dalam mendukung transformasi Batam sebagai pusat industri, logistik, ekonomi digital, dan perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, Gan Kim Yong menegaskan komitmen Singapura untuk terus menjadi mitra ekonomi strategis Indonesia.
Menurutnya, investasi Singapura ke Indonesia sepanjang 2025 tetap kuat dengan nilai sekitar US$17,4 miliar dalam bentuk Foreign Direct Investment (FDI).
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan rantai pasok internasional, Singapura melihat Indonesia sebagai mitra utama yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang sangat menjanjikan.
Dengan berbagai kesepakatan yang dicapai dalam forum 6WG MM, hubungan ekonomi Indonesia-Singapura diperkirakan akan semakin erat dan berkontribusi besar terhadap peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi digital, serta percepatan pertumbuhan kawasan strategis seperti Batam, Bintan, dan Karimun.(IMAN SURYANTO)





