Lelang Oktober, Pekerjaan Dimulai Awal 2027
Berdasarkan rencana yang disampaikan dalam rapat lapangan, proses lelang proyek ditargetkan dapat dimulai pada Oktober 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik pembangunan diharapkan sudah bisa dimulai pada awal tahun 2027, sekitar Februari hingga Maret.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai tahapan teknis harus segera dipastikan, termasuk desain pembangunan, penyesuaian dengan kondisi lahan, serta proses land clearing.
Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menjadi faktor penting, terutama terkait penyusunan desain teknis dan spesifikasi pembangunan.
Dalam diskusi yang berlangsung di lokasi, sejumlah kendala teknis turut mencuat. Di antaranya adalah belum finalnya desain teknis dari pihak pusat, serta perlunya sinkronisasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Selain itu, aspek lingkungan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) masih dalam proses penyusunan, meskipun sebagian dokumen pendukung seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah diterbitkan.
Ketersediaan sumber air bersih di sekitar lokasi juga menjadi salah satu faktor yang perlu dikaji lebih lanjut guna mendukung operasional sekolah nantinya.
“Dokumen lingkungan harus dipastikan selesai. Ini penting agar pembangunan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar salah satu perwakilan teknis dalam rapat tersebut.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Dalam kesempatan itu, perwakilan Dinas Sosial menyampaikan bahwa ada arahan langsung dari kementerian agar daerah segera menyelesaikan seluruh persiapan.
Selain itu, konsep Sekolah Rakyat ke depan juga akan dikembangkan menjadi sekolah dengan pola unggulan, yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga penguatan karakter. (Iman Suryanto)





