Sigit menyebut pada musim haji 2026, AFT Hang Nadim melayani sekitar 25 kloter, meningkat dibandingkan sekitar 22 kloter pada 2025. Penambahan tersebut turut meningkatkan kebutuhan bahan bakar pesawat selama periode keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
“Di tahun 2025 itu kurang lebih ada 22 kloter. Di tahun 2026 menjadi 25 kloter,” katanya.
Untuk penerbangan keberangkatan, kebutuhan avtur setiap pesawat yang dilayani mencapai sekitar 90 kiloliter (KL). Sementara pada fase kepulangan atau debarkasi, kebutuhan avtur berada di kisaran 70–75 KL per penerbangan.
Dengan adanya tambahan jumlah kloter tersebut, kontribusi penerbangan haji terhadap penyaluran avtur di Hang Nadim ikut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Karena ada tambahan kloter, kurang lebih sekitar 5 persen dibandingkan 2025,” ujar Sigit.
Pertumbuhan penyaluran avtur ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung konektivitas udara di Batam. Sebagai salah satu pintu gerbang utama Kepulauan Riau, Bandara Hang Nadim memiliki peran strategis dalam menopang mobilitas penumpang, kegiatan bisnis, pariwisata, hingga perjalanan keagamaan.
Dengan tren pertumbuhan tersebut, kebutuhan avtur di Batam diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas udara di kawasan. (Iman Suryanto)





