PUTARBALIK.ID, TANJUNGPINANG — Di tengah derasnya arus media sosial dan hiburan digital, Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., mengajak generasi muda kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.
Pesan itu disampaikan Nyanyang saat mengunjungi Gedung Perpustakaan Daerah Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda melihat fasilitas perpustakaan. Nyanyang juga ingin memastikan ruang literasi milik pemerintah daerah benar-benar hadir sebagai tempat yang dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Gedung yang kini menjadi pusat layanan arsip dan perpustakaan tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri. Bangunan itu sebelumnya pernah digunakan sebagai kantor bupati sebelum kemudian dialihfungsikan menjadi Gedung Perpustakaan Daerah Provinsi Kepri.
Bagi Nyanyang, keberadaan perpustakaan menjadi semakin penting di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Ia bahkan mengajak anak-anak Kepri untuk mengurangi waktu bermain gim maupun berselancar di media sosial dan menggantinya dengan aktivitas membaca.
“Daripada main medisosial atau games, silakan datang ke sini. Di sini ada sekitar 25 ribu koleksi,” ujar Nyanyang.
Menurut dia, perpustakaan tidak lagi identik dengan ruangan yang hanya dipenuhi rak buku. Perkembangan teknologi membuat perpustakaan harus mampu menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Nyanyang melihat langsung sejumlah fasilitas yang tersedia, mulai dari koleksi buku, ruang baca hingga perangkat komputer yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
“Laptop dan komputer juga ada, ruang baca semuanya tersedia,” katanya.
Layanan perpustakaan tersebut juga dibuka selama enam hari dalam sepekan, yakni mulai Senin hingga Sabtu. Dengan akses yang semakin terbuka, Nyanyang berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
Menurutnya, peningkatan budaya membaca merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kepri.
Apalagi, Kepri memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai daerah yang mengedepankan budaya dan literasi.
“Kepri ini kota budaya, kota literasi. Minat baca yang ada di Kepri sangat luar biasa,” ujarnya.
Namun, Nyanyang juga menyadari bahwa tantangan literasi saat ini tidak hanya datang dari rendahnya akses terhadap buku. Perhatian generasi muda juga harus bersaing dengan berbagai platform digital yang menawarkan informasi dan hiburan secara cepat.





