“Kepri adalah daerah yang majemuk. Karena itu, persaudaraan, toleransi dan gotong royong harus terus kita rawat agar pembangunan berjalan dengan baik dan masyarakat dapat hidup aman serta sejahtera,” katanya.
Nyanyang menilai sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun generasi yang memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia.
Tidak hanya menjadi momentum keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan dan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Bantuan diberikan kepada sejumlah lembaga dan organisasi keagamaan, mulai dari Majelis Taklim, Yayasan Islam, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), masjid hingga mushola. Total dana bantuan dan hibah yang diserahkan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Penyaluran tersebut menjadi bentuk perhatian Pemprov Kepri terhadap penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di tengah masyarakat.
Ansar berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung aktivitas keagamaan, pendidikan Al-Qur’an serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menutup sambutannya, Ansar mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan.
“Mudah-mudahan Rasulullah yang menjadi satu-satunya idola bagi kita, bisa kita contoh, ikuti kepribadian, kehidupannya bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Besar Darul Ghufran tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, dengan mengupas keteladanan Rasulullah SAW dan relevansinya dalam kehidupan umat Islam.(Iman Suryanto)





