Telin Targetkan Nongsa Changi Cable Beroperasi September 2026, Perkuat Ekosistem AI dan Data Center

Abdul Rahman mengungkapkan, Nongsa Changi Cable memiliki sejumlah keunggulan strategis. Selain menjadi kabel bawah laut pertama yang melintasi koridor baru antara Indonesia dan Singapura, NCC juga merupakan jalur terpendek yang menghubungkan kedua negara.

Jarak yang lebih pendek tersebut memungkinkan pengiriman data berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jalur konvensional. Setelah seluruh sistem pendukung selesai dipasang, latensi jaringan diproyeksikan berada di bawah 2 milidetik, sebuah capaian yang dinilai sangat ideal bagi kebutuhan AI, pusat data, cloud computing, transaksi digital, hingga berbagai aplikasi yang membutuhkan respons secara instan.

Bacaan Lainnya

“Latensi serendah ini sangat dibutuhkan untuk sistem real time, AI, cloud, hingga berbagai layanan digital modern yang membutuhkan respons sangat cepat,” katanya.

Lebih jauh, Abdul Rahman menilai pembangunan NCC bukan sekadar proyek bisnis, melainkan investasi strategis yang akan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.

Menurutnya, transformasi digital global membuat pusat data dan jaringan tidak lagi terpusat di satu negara. Setiap kawasan yang memiliki konektivitas berkualitas tinggi akan memiliki peluang besar menjadi lokasi investasi baru bagi industri digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *