Lewat Inovasi Keuangan Digital, OJK Perluas Akses Pembiayaan UMKM di Makassar

PUTARBALIK.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi digitalisasi dan inovasi sektor keuangan guna memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai penopang ekonomi daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa OJK tengah mengembangkan inovasi pembiayaan, salah satunya melalui tokenisasi Real World Assets (RWA). Inovasi ini tidak hanya menyasar aset berukuran besar, tetapi juga dirancang untuk mendukung rantai pasok komoditas unggulan daerah—mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, distributor, hingga eksportir.

Bacaan Lainnya

“Teknologi keuangan membuka peluang bagi UMKM untuk memperoleh pembiayaan yang lebih luas, efisien, dan inklusif. Ruang eksplorasi tokenisasi ini mencakup resi gudang beras, produksi kakao, kontrak pembelian komoditas, hingga pembiayaan infrastruktur daerah,” ujar Adi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan” di Makassar, Senin.

Adi menegaskan bahwa inovasi tersebut telah memasuki tahap implementasi pasar. Melalui Regulatory Sandbox, OJK telah meluluskan sejumlah model bisnis baru, seperti tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara (SUN) via Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat properti, hingga penerbitan stablecoin Rupiah.

“Target kita bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusivitas, memperkuat efisiensi intermediasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi Daerah dan Kinerja Ekonomi

Inisiatif OJK ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menekankan pentingnya pendampingan, literasi keuangan, dan pencatatan keuangan usaha agar UMKM memiliki kredibilitas dalam mengakses pembiayaan formal.

“Transformasi digital sektor keuangan akan mendorong UMKM naik kelas, terintegrasi dengan ekosistem digital, serta mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutur Fatmawati.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh impresif sebesar 6,88 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencatatkan angka 5,61 persen.

Untuk menjaga tren positif tersebut, fokus pengembangan ekonomi daerah ke depan akan diarahkan pada program hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penyediaan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan.

Forum strategis ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akademisi, hingga para pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam mempercepat ekosistem keuangan digital yang inklusif di kawasan Indonesia Timur. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *