Pertamina Siapkan Pasokan BBM Batam dari Dumai hingga Padang untuk Jaga Ketahanan Energi Kepri

Fongky mengatakan, setelah produk energi tiba di terminal, distribusi dilakukan melalui berbagai moda sesuai kebutuhan pelanggan.

Untuk penyaluran BBM ke masyarakat dan pelanggan, Pertamina menggunakan mobil tangki yang melayani SPBU, TNI/Polri, sektor industri hingga instansi pemerintah.

Bacaan Lainnya

Sementara distribusi melalui jalur laut juga dilakukan dengan skema bunkering untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan sektor pelayaran.

Kapasitas kapal suplai pun disesuaikan dengan kebutuhan stok. Pengiriman rutin dari Tanjung Uban, misalnya, dapat menggunakan kapal dengan kapasitas sekitar 6.000 ton, sedangkan dalam kondisi tertentu dapat dilakukan deviasi menggunakan kapal berkapasitas hingga 17.000 ton.

“Besaran suplai menyesuaikan kebutuhan stok di terminal. Jadi tidak hanya mengandalkan satu sumber, tetapi kita memiliki beberapa alternatif yang bisa digunakan sesuai kondisi,” kata Fongky.

Selain BBM, Integrated Terminal Batam juga mendukung kebutuhan energi sektor penerbangan melalui penyaluran avtur untuk Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Pasokan avtur berasal dari Kilang Dumai dan Balongan. Sistem tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi energi nasional untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan.

Fongky menuturkan, kebutuhan avtur menjadi perhatian khusus ketika terjadi peningkatan aktivitas penerbangan, termasuk pada periode musim haji.

“Pada periode seperti haji flight, kebutuhan avtur meningkat sehingga suplai menjadi salah satu yang diprioritaskan dan terus dipantau agar operasional penerbangan tetap berjalan,” ujarnya.

Dengan pola distribusi berlapis tersebut, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Batam tidak hanya mengandalkan satu titik sumber pasokan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *